Prihatin Dengan Rendahnya Kualitas Program Siaran Televisi yang Ratingnya Tinggi UIN Sunan Kalijaga dan KPI Pusat Bekerjasama Lakukan Pelatihan dan Survey Tandingan
By Ann Nurafifah - 21.04
Komisioner KPI Pusat, Rahmad M. Arifin mengatakan, Kementerian Komunikasi dan Informasi telah lama mempihatinkan, kenapa program-program siaran televisi yang kualitasnya rendah dan tidak mendidik justru ratingnya tinggi, sehingga acara-acara yang demikian justru bertahan lama dan peminat iklannya tinggi. Hal ini ditengarai, lembaga surveynya, tidak melakukan survey secara representatif dan sesuai dengan keadaan masyarakat yang sesungguhnya. Artinya sampel yang diambil tidak memadahi sehingga tidak mewakili keadaan masyarakat yang sesungguhnya.
Misalnya, lembaga survey hanya mengambil sampel kelompok masyarakat yang berpendidikan rendah, tidak berkarier dan sebagainya. Keadaan seperti ini tentunya menjebak pertelevisian Indonesia yang tidak semakin membaik. Padahal seharusnya Media pertelevisian di negeri ini bisa ikut mempengaruhi semakin baiknya peradaban. Tetapi kesalahan-kesalahan pelaksanaan survey publik yang selama ini dilakukan, menjadikan pertelevisian Indonesia semakin buruk.
Hal tersebut disampaikan M. Arifin dalam forum Pelatihan dan Survey Indeks Kualitas Program Siaran Televisi yang diselenggarakan KPI Pusat bekerjasama dengan Fakultas Dakwah dan Fakultas Sosial Humaniora, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, bertempat di ruang pertemuan Gedung Pusat Administrasi UIN Sunan Kalijaga, Selasa, 28 April 2015. Hadir pula menjadi pembicara dalam forum itu: Komisioner KPI DIY, Supardiyono, MH., Ketua Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indonesia, Dr. Eriyanto, dan Wakil Dekan III Fakultas Sosial Humaniora, Dr. Iswandi Syahputra.
Dijelaskan Arifin, sadar akan permasalahan di atas, KPI Pusat, melalui forum-forum seperti ini, mengajak masyarakat terdidik untuk terlibat dalam kegiatan pelatihan dan survey indeks kualitas program siaran televisi. Selain di lingkup masyarakat kampus (termasuk UIN Sunan Kalijaga), pelatihan dan survey semacam ini akan dilakukan sebayak 5 kali di wilayah Yogyakarta, Selain itu juga dilakukan di wilayah-wilayah lain di seluruh Indonesia. Sehingga diperoleh responden yang memadahi dan mewakili keadaan masyarakat Indonesia yang sesungguhnya.
Sementara, Supardiono, MH., memaparkan, peran pertelevisian Indonesia harus semakin baik, sehingga bisa mempengaruhi semakin baiknya peradaban. Jika merujuk pada UU Pertelevisian, program-program siaran televisi hendaknya mematuhi apa yang digariskan dalam UU tersebut, diantaranya : - Menjaga moralitas dan nilai-nilai agama serta jati diri bangsa. – Meningkatkan SDM. – Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. – meningkatkan kesadaran dan ketaatan hukum dan disiplin nasional. – Mencegah monopoli kepemilikan media dan meningkatkan persaingan media secara sehat. – menyebarkan informasi yang seimbang dan bertanggungjawab. Sementara itu, survey untuk menetukan rating program siaran yang dilakukan secara memadahi, diharapkan penentuan rating akan berkorelasi dengan kualitas program siaran, tidak mengelabuhi perusahaan-perusahaan pemasang iklan dan setiap media televisi di negri ini akan tepacu untuk semakin meningkatkan kualitas program siarannya.
Iswandi Syahputra menambahkan, saat ini kita masih dihadapkan pada pertelevisian yang : menciptakan kebutuhan palsu, menciptakan rasa lelah/jenuh informasi, menciptakan kontrol palsu dan menciptakan kecenderungan untuk meyakini realitas bagaimana yang dikonstrukkan oleh media. forum-forum seperti ini dimaksudkan untuk menggugah sikap kritis publik terhadap siaran-siaran televisi yang rendah kuatasnya. Sementara, program televisi dikatakan berkualitas bila mengandung unsur Benar, Baik dan Bermanfaat sesuai kebutuhahan dan kepentingan berdasarkan prinsip kemanusiaan, demikian jelas Iswandi Syahputra.
Sementara, pelaksanaan survey dipandu oleh Dr. Eriyanto, yang melibatkan unsur-unsur yang mewakili berbagai elemen masyarakat Yogyakarta. Hasil survey ini akan menjadi masukan berharga untuk meningkatkan kuatitas pertelevisian Indonesia, kata Eriyanto. (Weni Hidayati-Humas UIN Sunan Kalijaga).
Sumber: http://uin-suka.ac.id/index.php/page/berita/detail/996/prihatin-dengan-rendahnya-kualitas-program-siaran-televisi-yang-ratingnya-tinggi-uin-sunan-kalijaga-dan-kpi-pusat-bekerjasama-lakukan-pelatihan-dan-survey-tandingan
Refresh otak pasca UAS
rasanya udah sebulan otak kerja keras, bawaannya pengennn banget cepet cepet liburan. sebulan itu rasanya full tugas; bikin proposal skripsi, tugas-tugas lain, dan saat itu aku lagi dapet job nulis buku dan tergetnya sebulan itu semua kerjaan harus udah selesai.
aku orangnya tipe pekerja keras (pede banget, tapi emang iya) tapi kadang bisa jadi pemalas banget kalau nggak mood. jadi banyak kerjaan yang agak keteteran karena persentase mood ku yang rendah banget, haha. jadinya banyak kerjaan yang numpuk dan bikin begadang berhari-hari, dan rasanya otakku sangat lelah (pukpuk). tapi aku sadar kalau mau cepat selesai, pokoknya sabar dulu deh, sambil ngebut biar cepet selamet dari deadline.
dan akhirnya, pas semua kerjaan sudah beres, akhirnya datanglah sebuah hari kemerdekaan bagi jiwa dan pikiran. dan saat itu aku langsung cuss buat traveling (yang deket deket biar nggak capek :D)
aku (+"dia") nyoba nyoba pergi ke daerah imogiri. akhirnya sampailah di jembatan gantung. pemandangannya baguss banget apalagi ini bukan musim hujan, jadi airnya jernih hijau kebirusan. cihuyy!!
sampai di jembatan gantung, rasanya pengen nyebur tapi nyari tempat yang agak jauh dan agak sepi. daaaann itu dia, berasa kaya di zimbabwe. hahaha. rasanya seger banget pas kakinya nyemplung di air. otak-otakku jadi nggak pegel lagi. sayangnya suma bisa nyebur selutut, nggak bawa baju soalnya awalnya tanpa rencana -.- hadeh
tapi yang penting udah enak bisa relaksasi kaki sambil ngeliatin pemandangan bukit imogiri yang eksotis banget. Nggak kalah lah sama zimbabwe, pokoknya Indonesia punya B) :thumbup
mengapa harus angkuh?
kalau kau tak lebih dari apapun dibandingkan luasnya samudera?
kalau kau tak lebih dari apapun dibandingkan luasnya samudera?





















